Juli 17, 2026
Iran Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

Iran Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

Iran Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

BERITAUKIRPiala Dunia 2026 kembali menghadirkan pertandingan menarik ketika Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru di Los Angeles. Di atas lapangan, kedua tim menyuguhkan salah satu laga paling menghibur sejauh ini di fase grup.

Namun, bagi Iran, pertandingan tersebut hanyalah sebagian dari cerita. Sejak sebelum sepak mula hingga usai laga, berbagai kontroversi politik, aksi protes, dan ketegangan di luar lapangan ikut menjadi sorotan.

Situasi itu bahkan berujung pada konferensi pers panas ketika pelatih Amir Ghalenoei melontarkan kritik terbuka kepada FIFA dan pemerintah Amerika Serikat.

Sengketa Bendera Iran Berlanjut Hingga Pengadilan

Hari pertandingan Iran diawali bukan di stadion, melainkan di ruang sidang Pengadilan Tinggi Los Angeles. Pengacara Shahrokh Mokhtarzadeh berupaya meminta larangan FIFA terhadap bendera Iran era pra-revolusi dicabut dengan alasan kebebasan berekspresi.

Di sisi lain, FIFA mengirim tiga pengacara untuk mempertahankan aturan tersebut. Setelah mendengar argumentasi kedua pihak, hakim Curtis A. Kin memutuskan mendukung FIFA.

Dengan demikian, larangan membawa bendera pra-revolusi ke dalam stadion tetap berlaku.

Meski begitu, sejumlah suporter tetap berhasil membawa simbol tersebut ke dalam stadion. Ada yang menyelundupkan bendera melewati pemeriksaan keamanan, sementara lainnya mengenakan kaus bergambar lambang singa dan matahari yang identik dengan Iran sebelum Revolusi 1979.

Di dalam stadion, sebuah spanduk bertuliskan “42,000 #IranMassacre” juga terlihat. Pesan tersebut merujuk pada klaim jumlah warga sipil yang tewas sejak awal tahun menurut International Centre for Human Rights yang berbasis di Kanada.

Comeback Dua Kali dan Selebrasi yang Mengundang Tanda Tanya

Di tengah berbagai isu di luar lapangan, pertandingan tetap berjalan menarik. Iran dua kali tertinggal dan dua kali pula berhasil menyamakan kedudukan.

Gol terbaik dalam pertandingan itu lahir ketika Mohammad Mohebi menanduk umpan silang mendalam dari Ramin Rezaeian untuk membuat skor kembali imbang. Gol tersebut memastikan Iran mengamankan satu poin penting di Grup G.

Mohebi merayakan golnya dengan meniru selebrasi bintang NBA LaMelo Ball, yakni mengetuk tiga jari ke lengannya. Bagi LaMelo, gestur tersebut melambangkan mentalitas dingin dan percaya diri dalam situasi tekanan tinggi.

Sementara itu, Rezaeian juga menjadi perhatian setelah merayakan golnya dengan menarik jersey hingga menutupi wajah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *