
Argentina Terancam Sanksi FIFA, dari Spanduk Politik hingga Kericuhan Final Piala Dunia 2026 Argentina menghadapi ancaman sanksi dari FIFA setelah badan sepak bola dunia itu membuka investigasi penuh terkait berbagai insiden sepanjang Piala Dunia 2026. Proses penyelidikan mencakup tindakan para pemain, ofisial, hingga federasi sepak bola Argentina (AFA).
Keputusan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, memuji profesionalisme Argentina dalam surat yang bocor ke publik. Namun, FIFA kini memberikan kesempatan kepada pihak yang terlibat untuk memberikan klarifikasi sebelum putusan akhir dijatuhkan.
Sejumlah dugaan pelanggaran menjadi perhatian dalam investigasi ini, mulai dari pembentangan spanduk bernuansa politik, kericuhan pada final Piala Dunia 2026, hingga dugaan pelanggaran protokol pertandingan. Apabila terbukti bersalah, Argentina berpotensi menerima berbagai jenis hukuman
Spanduk Politik Masuk Dalam Penyelidikan

SLOT GACOR Investigasi bermula setelah para pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” seusai mengalahkan Inggris di semifinal. Tulisan tersebut mengacu pada Kepulauan Falkland yang menjadi wilayah sengketa antara Argentina dan Inggris.
FIFA melarang penggunaan ajang olahraga sebagai media penyampaian pesan nonolahraga. AFA juga pernah menerima denda sebesar 30.000 franc Swiss (sekitar Rp611 juta) akibat insiden serupa menjelang laga uji coba melawan Slovenia pada 2014.
Argentina Terancam Sanksi FIFA, dari Spanduk Politik hingga Kericuhan Final Piala Dunia 2026 Spanduk pada Piala Dunia 2026 memang berukuran lebih kecil dan hanya dibawa beberapa pemain, termasuk Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Giovani Lo Celso. Akan tetapi, FIFA tetap memiliki dasar untuk menjatuhkan sanksi kepada individu yang terlibat
Kericuhan Final Bisa Berujung Larangan Bermain
Kericuhan pada laga final Piala Dunia 2026 menjadi bagian lain dalam investigasi FIFA. Gelandang Leandro Paredes menghadapi tiga tuduhan tindakan kekerasan setelah terlibat bentrokan dengan Eric Garcia dan Gavi.
Nahuel Molina juga menghadapi dua tuduhan tindakan kekerasan serta satu pelanggaran perilaku tidak sportif. .
Sesuai Kode Disiplin FIFA, pelanggaran berupa tindakan kekerasan dapat berujung hukuman larangan bermain sedikitnya tiga pertandingan.
AFA Juga Terancam Hukuman Tambahan
Selain kasus yang melibatkan pemain, AFA menghadapi beberapa dugaan pelanggaran administratif selama turnamen. Kasus tersebut berkaitan dengan perilaku suporter, keterlambatan kick-off, serta dugaan pelanggaran protokol pertandingan dan keamanan.
Dalam banyak kasus sebelumnya, pelanggaran seperti itu biasanya berujung denda.
