Juni 12, 2026

UKIRSLOT – Barcelona kembali menatap Liga Champions sebagai target utama setelah menunjukkan perkembangan signifikan di bawah arahan Hansi Flick. Namun, Josep Guardiola mengingatkan bahwa terlalu fokus mengejar trofi Eropa dapat membawa risiko besar bagi sebuah proyek jangka panjang.

Menurutnya, konsistensi di kompetisi domestik tetap menjadi fondasi utama bagi sebuah tim elite.

Peringatan Guardiola muncul ketika Barcelona mulai kembali masuk dalam daftar kandidat kuat juara Eropa.

Guardiola memahami besarnya tekanan yang mengiringi perjalanan Barcelona di Liga Champions. Ia pernah membawa Manchester City meraih gelar perdana kompetisi tersebut setelah bertahun-tahun menghadapi ekspektasi tinggi.

“Liga Champions menghancurkan proyek, saya berharap itu tidak terjadi di Barcelona,” kata Guardiola.

Pelatih asal Catalunya tersebut menilai La Liga merupakan indikator paling jelas untuk mengukur konsistensi sebuah tim. Faktor kebugaran pemain, cedera, hingga keputusan wasit juga memiliki pengaruh besar dalam perjalanan di kompetisi Eropa.

“Yang penting adalah keseharian berjalan baik dan tim terus berkembang,” ujar Guardiola.

Peringatan Guardiola memiliki dasar kuat jika melihat pengalaman Barcelona dalam satu dekade terakhir. Klub itu beberapa kali gagal di fase gugur Liga Champions meski tampil dominan di kompetisi domestik.

Ernesto Valverde pernah mempersembahkan dua gelar La Liga yang impresif pada periode 2017 hingga 2019. Namun, dua kegagalan menyakitkan di Liga Champions berujung pada berakhirnya masa kerjanya lebih cepat.

Kini, Hansi Flick berada dalam posisi yang berbeda karena berhasil membuat Barcelona kembali kompetitif di level Eropa.

“Mereka menjalani dua tahun yang luar biasa,” kata Guardiola.

Selain membahas target Liga Champions, Guardiola turut memberikan pandangannya mengenai dua mantan anak asuhnya.

Guardiola menilai Bernardo memiliki kemampuan beradaptasi di tim mana pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *