Juni 12, 2026

UKIRSLOT – Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menghadirkan persaingan yang sangat ketat di antara negara-negara peserta. Dalam turnamen dengan margin kesalahan yang tipis, detail kecil sering kali menjadi pembeda.

Mantan gelandang Timnas InggrisJoe Cole menilai salah satu faktor yang dapat menentukan hasil turnamen adalah efektivitas dalam memanfaatkan situasi bola mati. Menurutnya, kemampuan tersebut bisa memberi keuntungan besar bagi tim yang mampu menguasainya.

Pandangan itu muncul setelah musim Premier League yang menunjukkan betapa pentingnya peran tendangan sudut dan tendangan bebas dalam menghasilkan gol.

Situasi bola mati bahkan menjadi salah satu senjata utama sejumlah tim sepanjang musim.

Cole meyakini peluang Inggris di Piala Dunia akan meningkat apabila mereka mampu menguasai aspek tersebut. Namun, ia juga menyoroti rencana FIFA untuk memperketat pengawasan terhadap kontak fisik di area penalti.

FIFA sebelumnya menyatakan akan bertindak lebih tegas terhadap pelanggaran yang terjadi saat situasi bola mati. Langkah itu berpotensi mengubah pendekatan sejumlah tim yang selama ini memanfaatkan duel fisik di kotak penalti.

Inggris Punya Peluang Besar di Piala Dunia 2026 Jika Kuasai Satu Aspek Ini

Meski demikian, Cole tetap melihat bola mati sebagai elemen penting yang dapat memengaruhi perjalanan sebuah tim di turnamen.

“FIFA sudah menyatakan bahwa mereka akan bersikap tegas dan akan menindak hal-hal seperti itu,” buka Cole.

“Jika FIFA mengembalikan keadaan menjadi normal, bola mati tetap akan penting.”

“Namun, jika FIFA tidak menindak hal itu dan membiarkannya menjadi situasi bebas tanpa kontrol, maka tim yang paling menguasai cara-cara tersebut akan memiliki peluang yang lebih baik.”

Sepanjang musim lalu, sejumlah situasi bola mati di Premier League kerap memicu perdebatan

Cole menilai wasit seharusnya bisa mengambil keputusan lebih cepat tanpa terlalu bergantung pada pemeriksaan video yang panjang.

Ia berharap para pengadil pertandingan kembali memegang kendali penuh terhadap jalannya laga dan menindak tegas pelanggaran yang jelas terlihat.

Cole menambahkan bahwa dalam banyak kasus musim lalu, wasit sebenarnya memiliki cukup alasan untuk mengambil keputusan tanpa bantuan teknologi.

“Pada beberapa kesempatan musim ini, wasit bisa saja memilih satu dari lima pelanggaran untuk diberikan. Jadi, Anda tidak memerlukan VAR untuk itu karena semuanya terlihat sangat jelas,” lanjut Cole.

“Saya berharap wasit kembali mengambil kendali. Tetapi para pemain dan pelatih juga harus menjalankan peran mereka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *